Berbagi pengalaman Riset Aksi Kolektif
Termin 1
Kajian Pertama di Rabu sore di pantik pertama kali dengan kilas balik pendirian Eco Move yang disampaikan oleh Siti Hamidah, Eco Move Adalah Komunitas Edukasi Lingkungan dengan aksi nyata yaitu pemilahan sampah, yang ada di kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. bermula dari ketika ia menjadi Finalis Jaka Rara Kota Cirebon 2025, yang mengharuskanya melakukan pengabdian kepada Masyarakat, saat itu penempatanya di kelurahan Karyamulya yang sedang menginisiasi adanya program Bank Sampah Kelurahan, dari situ merubah lansdscape dalam meilhat sampah, dan melalui Riset dan Hipotesis kecil-kecilan dirasa perlu adanya adopsi edukasi Lingkungan di tingkat Universitasnya karena setiap harinya mengahsilkan sampah dan tergolong sampah Potensial.
Kontribusi bisa dilakukan dengan hal sederhana, lebih peka terhadap sekitar melihat masalah yang ada, dan bergerak untuk menyelesaikanya, mungkin dari Gerakan kecil dan sederhana masalah besar mulai bisa di perbaiki
Termin 2
Pa Agung, seorang guru SMK, turut berbagi pengalaman yang sudah ia lakukan. Beliau rutin untuk memilah sampah rumaha tangga di kediamanya, sampah Organik sisa makanan di jadikan kompos dan sampah anorganik di pilah sesuai jenisnya, untuk saat ini pemilahanya masih di skala rumah tangga. Sebagai guru beliau juga turut aktif untuk memberikan edukasi lingkungan kepada siswa. Namun karena beliau seorang guru, jadi kadangkala apa yang beliau jabarkan seputar eduakasi lingkungan kurang menarik perhatian siswa.
Beliau menyampaikan kekhawatirannya dan keinginan besar untuk kedepannya agar teman-teman yang satu visi dalam kajian ini dapat membantu menyuararakan dan berkolaborasi bersama, temen-temen bisa melakakan kegiatan sosialisasi langsung di sekolah, mengingat krakteristik dari orang orang yang justru lebih gampang di ajak oleh orang baru dibandingkan ajakan dari dia sendiri.
Kolaborasi lintas generasi menajadi salah satu alternatif untuk genarasi mudah lebih mudah untuk melakukan aksi dan kontrbusi, sejalan dengan yang di katakana Pa Agung, diskusi seperti ini yang dibutuhkan saat ini, generasi boomers bisa berperan untuk membuka jalan dan arahan kepada generasi muda lewat pengalaman dan pembelajaran yang telah dilalui, agar generasi muda lebih terarah terhadap apa yang ia kerjakan.
Termin 3
Pa Syatori selaku pimpinan Salam Institut berbagi pengalaman ketika melakukan penelitian di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya ketika beliau melakukan penelitian di Jambi, ternyata beras yang selama ini kita konsumsi bukan merupakan komuniditas asli Indonesia, beras itu impor dari Vietnam / Thailand, di Jambi beliau menemukan beras asli yang di konsumsi nenek moyang kita, karakteristik nya padinya lebih tinggi bisa seukuran tinggi orang dewasa, padinya besar-besar, dan ketika kita makan beras itu kenyang lebih lama.
Penutup, dan harapan kedepannya
Hal apa yang bisa kita lakukan ?
Pa syatori mengajak kita untuk berfikir lebih dalam sekaligus merubah mindset terhadap riset aksi, berbekal dari penglaman beliau yang begitu jauh, maka dar itu di pertemuan berikutnya Peserta di harapkan sudah melakukan riset sederhana di lingkunganya masing-masing, dan hasil temuanya akan di diskusikana Bersama.
“saya siap menggandeng kalian jika kalian serius dan niat ingin menggeluti issue lingkungan” ucap beliau di akhir diskusi kajian ini



0 Komentar